Sejarah Desa

Sejarah Asal-usul/Legenda Desa Ngening

Desa Ngening adalah sebuah desa yang terletak di ujung barat wilayah Kecamatan Batangan,dengan batas wilayah sebelah utara Desa Raci,sebelah timur Desa Klayu siwalan,sebelah selatan Desa Plosojenar  Kec.Jakenan dan sebelah barat Desa Trimulyo Kec.Juwana.Dahulu  di  sebelah  tenggara  Desa Raci ada sebuah desa yang bernama  Desa Nggodok. Pada waktu itu ada seseorang yang tidak dikenal asal usulnya datang dan menetap di  sebelah Barat Daya  Desa Nggodok atau tepatnya selatan Desa Raci,Orang itu bernama Mbah “Astro Guno”, Beliau seorang petani dan juga  seorang ahli bertapa (tirakat) dan selalu mengheningkan cipta (ngeningake cipt0).

Waktu itu Desa Nggodok sering terjadi perampokan, sehingga warga Desa tersebut merasa desanya tidak aman lagi dan  banyak yang lari dan mencari selamat ke daerah yang dikuasai/ditempati Mbah Astro Guno. Akhirnya semua warga Desa Nggodok tersebut menjadi pengikut Mbah Astro Guno dan selalu mengikuti kebiasan yang dilakukan oleh Mbah Astro Guno yaitu bertani dan bertapa (mengheningkan cipta). Sehingga akhirnya Desa Nggodok di jadikan persawahan dan termasuk bagian wilayah Desa Ngening, yang sampai sekarang di kenal masyarakat dengan sawah Nggodok.Setelah banyak pengikutnya maka Mbah Astro Guno menamai tempat itu dengan nama “ Desa Ngening ” Nama itu diambil dari kebiasaan beliau dan pengikutnya yang selalu bertapa (mengheningkan cipta/ ngeningake cipta), dengan maksud agar selalu diberikan ketenteraman, kerukunan, kemuliaan dan keamanan dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Akhirnya Mbah Astro Guno dijadikan pemimpin warga Desa Ngening, sekaligus sebagai cikal bakal warga Desa Ngening. Namun Mbah Astro Guno sampai beliau meninggal  tidak  menikah/ wadat, sehingga beliau dikenal dengan Kek Wadat.

Setelah Mbah Astro Guno meninggal Beliau dimakamkan di tengah Desa Ngening,dan makamnya sampai sekarang masih dilestarikan dan di ziarahi warga,dan oleh warga setempat makam beliau dikenal dengan sebutan punden Sampai sekarang setiap setahun sekali pada hari Minggu Pahing warga Desa Ngening selalu mengadakan kegiatan selamatan atau sedekah bumi sebagai wujud syukur atas nikmat dan karunia yang diberikan Tuhan yang Maha Esa sekaligus mendoakan arwah beliau.