Rembug Stunting sebagai Sarana Pencegahan dan Penanganan Permasalahan Balita

Selasa, 29 Desember 2020 . Di Balai Desa Ngening diadakan Rembug Stunting yang dilaksanakan pemerintah desa Ngening. Hadir dalam acara tersebut dari Bagian Gisi Puskesmas Batangan, Bidan Desa, KPM,  kepala desa ,perangkat desa, Ketua BPD, kader posyandu, tokoh masyarakat, pendamping Desa Pemberdayaan dan ibu ibu PKK. Kegiatan ini merupakan realisasi anggaran dana desa guna pencegahan terhadap bahayanya stunting.

Kepala desa memberikan sambutan pertama sebagai acara pembukaan sekaligus memberikan himbauan pada kader kesehatan yang ikut hadir untuk tetap waspada dalam permasalahan kesehatan balita yang selama ini selalu dalam pantauan setiap bulannya lewat melalui posyandu-posyandu yang ada. Apabila ada keluhan dan temuan segera berkoordinasi dengan perangkat desa di kring masing masing supaya dikonsultasikan ke bidan desa.

Dalam kesempatan ini pendamping desa menjelaskan pengertian stunting. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak di 1000 HPK Hari Pertama Kehidupan (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi. Sehingga, anak lebih pendek atau perawakan pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. Dampak lebih jauh dari stunting akan dirasakan pada saat tua dimana anak yg mengalami stunting pada waktu kecil akan beresiko menderita penyakit-penyakit non genaratif seperti penyakit diabetes dan gagal jantung. Sementara anak-anak yg pernah mengalami stunting ketika memasuki usia sekolah akan sering mengalami lambat belajar.

Umumnya stunting disebabkan asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Keadaan yang semacam ini hendaknya bisa dihindari oleh masyarakat desa Ngening apalagi kondisi perekonomian warga Ngening lebih maju dibanding desa lainnya.

Dengan memberikan penjelasan dan bekal ilmu kepada kader kesehatan dan perangkat desa, Kepala Desa berharap Desa Ngening terhindar dari permasalahan di balita utamanya permasalahan pertumbuhan tubuh dan otak.

Kegiatan rembug stunting ini akan dilakukan lagi pada tahun 2021 dimana merupakan kegiatan Pra Musrenmangdes untuk menyampaikan masalah-masalah dan alternatif solusi kegiatan yang akan disampaikan di musrenbangdes.

Selain memberikan penjelasan tentang stunting Bapak Agus Priyadi, SE mengajak kader posyandu dan ibu-ibu PKK yang hadir untuk melaksanakan protokol kesehatan di pelaksanaan posyandu dan pertemuan-pertemuan lain di desa.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan